Senin, 23 April 2012

CERPEN-CiNtA SaLaH sAmBuNg


  

        
 

                Terlihat handayani terduduk di bangku taman UM,ia sangat mengidam – idam kan universitas ini.Hari ini ia selesai menjalankan seleksi ujian masuk universitas ini.Ia terus berdoa agar ia masuk seleksi jurusan matematika.
“once more you open the door and tour here in my heart will go on . . “ hp Yani berdering.
“No baru,siapa ya “pikir Yani.ia pun mengangkatnya
“Halo assalamualaikum,”
“loh,yang ngangkat kok cewek,pacarnya indra ya.”
“maaf,saya g’ kenal indra .nie siapa.”
“oh,maaf maaf,saya salah sambung.assalamualaikum”
“waalaikum salam”
                                           

           Seminggu kemudian,pengumuman seleksi akan di kirim kan ke rumah masing –masing peserta.Hatiku deg degan menanti semua itu.
 “Surat . . . . .  . . Surat . . . .”
Aku langsung terlonjak,menghampiri pak pos.
“Terima kasih pak,”
Pak pos itu mengangguk.
Aku langsung berlari menuju kamar.Kubuka pelan pelan surat itu.dan kucari namaku di antara banyak nama dalam daftar.
“Mana namaku.oh ini dia.”

40.  Risma  handayani               P                     4 APRIL 1994                           LULUS

“Hore,,,,, aku lulus . Ibu ayah,aku lulus”
Aku melonjak lonjak kegirangan sambil memeluk bapak dan ibu.
“Selamat ya nduk,semoga kamu dapat mencapai cita cita kamu.”ujar bapak
“Amin pak.Pak,bu,saya ke kamar dulu,mau ngabarin Rika.”



“Halo assalamualaikum,Rika.Aku lalus rik,aku lolos seleksi.”
“Waalaikumsalam,maaf saya bukan Rika.Tapi nama saya Riki.”
Kulihat no. hp di layar.Astaghfirulloh,nie kan no yang kemaren salah sambung.Aku lupa menghapusnya.
“Maaf maaf,saya salah sambung ass . . “
“Eh jangan ditutup,sebaiknya kita kenalan dulu.dari pada salah sambung salah sambungan.”
Aku malu sekaligus bingung.
“E, , , iya , perkenalkan nama saya Risma handayani,biasa di panggil yani.”
“Salam kenal ya.Nama saya Riki handoko,”
“Yani.. ada Rika di depan.Cepat temui dia nduk,dia udah nunggu.”Ujar ibu sambil mengetuk pintu kamarku.
“Iya buk,sebentar. Mas riki,udah dulu ya,Ada temen saya di depan.Assalamualaikum.”
“Iya dhik yani waalaikumsalam.”
 
                                                                                                                        

Semakin hari aku semakin dekat dengan mas riki,smsan,telpon telponan dan itu semua sangat menyenangkan.Namun ada satu hal yang masih mengganjal dalam hatiku.Aku belum mengetahui sosok dari mas riki,foto belum,apalagi orangnya.Namun saat aku berhubungan dengan dia,hatiku merasa nyaman dan tentram.Mas riki juga laki laki yang sholeh.Kepribadiannya terlihat dari cara ia berbicara dan sifat ia dalam duniaku dan mas riki.
“Dhek,maaf ya.ntar malem mas g’ bisa telpon kamu.mas banyak kerjaan,pa lagi hari nie hari pertama OSPEK,mas harus mengorientasi mereka.”
“Ya gpp mas,hari nie saya juga hari pertama OSPEK mungkin nanti saya kecapekan.”
“Yadah mas pamit dulu ya , assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
                                                                  



Pukul 7.30 aku tiba di kampus.Aku segera menuju ruang ganti untuk memakai persyaratan OSPEK.Aku mengucir rambut panjangku dengan delapan pita,berkalung kertas dengan nama Angsa.
“Woi angsa,cepat menuju lapangan,jangan lelet,”teriak seorang senior laki laki kepadaku,
Aku terkejut,
“I, iya senior.”
Sesampainya di lapangan aku dihadapi oleh tiga orang senior,dua laki laki dan satu perempuan.
“Kamu tahu,mengapa kamu saya hampiri.”tanya kakak senior perempuan yang sedikit gendut tapi mencoba untuk tampil se eksis mungkin.
Aku menggeleng,
“Kalau di tanya tu jawab !!” bentak senior laki laki yang berambut gondrong.
“Saya tidak tahu kak,” jawabku dengan perasaan takut
“Kamu terlambat lima menit,dasar,Kamu anak baru disini , tapi kamu sudah berlaku seenaknya.cepat keliling lapangan lima kali.”teriak senior yang tinggi jangkung ,terlihat manis dan lembut dari wajahnya,ternyata sifatnya sebaliknya.
“Baik kak,”
Aku pun mengelilingi lapangan lima kali,Aku lelah,malu dan kesal.Semua mata tertuju padaku,sebagian senior dan seniorita menertawakan ku.Dan saat aku sudah selesai , aku pun berkumpul bersama yang lainnya di tengah lapangan.
“Aduh capek sekali,”keluh ku
“Biasakan lah,ini masih permulaan .Semangat ya.” Ucap seorang lelaki di sampingku,ia juga peserta OSPEK.
“Iya,terima kasih.”


Selama tiga hari ini hidupku seperti di neraka.Tiap pagi keliling lapangan,panas panasan.main game konyol dari para senior.Yang paling aku benci adalah senior Han,dia selalu tegas dan tanpa toleransi.Aku selalu kena hukuman olehnya.
“Angsa,scot jump 3o kali,cepat..”
“Baik senior”
“Ayo yang serius,cepat cepat,”
Dalam hati aku memaki maki Si Han konyol itu,huh
Saat jam istirahat ,aku menelpon mas riki,
“Halo assalamualaikum.” Terdengar sahutan dari mas riki
“Waalaikumsalam mas,”
“Ada apa dhek  yani,”
“Aku mau curhat mas,”
“Curhat pa dhek,”
“Aku sedih banget mas,masak ada senior yang jail banget ma aku.hukum-hukum aku trus ,dia juga galak banget.aku sebel , marah , pokoknya iihhh...”
“Ya namanya juga Ospek dhek,ya harus tegas,lagian ada lima kampus yang OSPEK Hari ini.Adhek kuliah dimna,”
Terlihat  di koridor mading Si Han juga telpon telponan dengan seseorang.
“Mas riki,udahan dulu ya.Assalamualaikum.”
“Ya dhek.Waalaikumsalam.”




“Adhik  adhik,besok adalah hari terakhir kita OSPEK.besok.kalian harus membawa kado apa saja isinya,terserah.Untuk di tukar dengan teman atau kakak kakak senior lainnya.Dan untuk adhik adhik semua ,kalian dapat bonus menganiaya kakak kakak yang kalian benci besok.”
“HORE . . . . .”Sorak junior OSPEK seluruhnya,
“Awas ya Si Han ,aku akan balas dendam atas hukuman hukuman yang telah aku terima selama ini darimu.”pikirku
Namun saat aku sedang melamun ria,seseorang yang ku pikirkan menghampiriku.Panjang umur juga dia,tapi sepertinya aku juga memikirkan mas riki,tpi napa dia yang muncul,buikannya mas riki saja.hufh,,, dasar Si Han,
“Assalamualaikum angsa,”
“Waalaikumsalam kak,ada apa ya kakak menghampiri saya.”
“Begini angsa,maaf ya selama ini aku selalu menghukum kamu.Soalnya kamu gampang terlambat sih,dan selalu saya yang di paksa teman teman untuk memberi hukuman pada kamu,”
Aku terdiam sejenak ,Si Han meminta maaf padaku .Apa ini sifat Si Han yang sesungguhnya.
“I , iya kak, gpp kok.saya malah berterima kasih.”
“Besok saya jangan di  lempari balon air ya,soalnya  pasti sudah banyak junior yang ngelemparin saya balon besok.”
“G’ mungkin lah kak,mungkin junior cew yang ngelemparin cuma aku,yang lainnya katanya g’ tega sama wajah tampan dan manisnya kak Han.”
Si Han tertawa lepas,sampai sampai dia g’ sadar kalau tangannya menepuk pundakku.
“Kamu ada ada saja angsa.”
“Han.... kita ke ruang rapat sekarang,semua dah nunggu .”teriak seorang teman Si Han di seberang taman.
“Oke.”sahut Si Han
“Angsa,aku pergi dulu ya,assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam .”
Hatiku merasakan sebuah getaran halus,ADA APA DENGANKU,,,

“Dik,kamu kenapa,kok kedengarannya lesu gitu.”
“Mas , aku lagi bingung.”
“Bingung kenapa sayang,”
“Aku bimbang mas.”
“Cerita ma mas ya.”
“Mas,ada seseorang yang membuat getaran halus di hatiku hari ini,untuk pertama kalinya.”
Beberapa saat tak ada sahutan dari mas riki.
“Halo,mas riki.”
“I ,Iya dik.”
“Mas kecewa ya ma aku,padahal kita sudah dekat,”
“G’ kok dik,ya emank aku salah,hanya bisa menghubungi kamu tanpa ketemuan dulu.sekarang kamu sudah menemukan cinta di diri seseorang,kamu boleh kok ninggalin mas.”terdengar suara mas yang tenang namun terdengar mengiris hati
“G’ mas.aku g’ kan ninggalin mas.”
Tut . . . tut . . .  tut . . .
Terdengar telpon ditutup. Aku menangis dan bersedih di dalam rengkuhan bintang kebimbangan.



Mentari bersinar cerah pagi ini,namun hati dan mataku redup bagai lampu yang kekurangan arus listrik.Tiba di kampus perasaanku tak kunjung berubah.pikiranku trus dibayangi dengan suara dan kata kata manis mas riki,namun aku juga mengingat hatiku yang menerima getaran halus dari Si Han.
“Angsa.”
Aku terkejut dibuatnya.
“Kak Han,ada apa,”
“Ini 2 balon untukmu,tolong lemparkan padaku.”ujarnya nlesu,
“Kak,maaf.sebenarnya ada apa dengan kakak.”
“Aku khilangan seseorang yang aku cinta  angsa.”
Sesaat aku teringat pada mas riki.
“Angsa,kok bengong.”
“E ,e , anu kak.napa bisa kehilangan,kasih sayang tu harus di cari dan dikejar.kasih sayang g’ kan datang dan menanti bila kita ber diam diri.”ujarku
Terlihat Si Han mengeluarkan hp nya.mungkin untuk menelpon kekasihnya yang hilang tu.Dalam hatiku terbersit rasa sedih ,karena Si Han mempunyai pujaan hati.
“once more you open the door,and your here in my heart and,my heart will go on and on.”
Terdengar hpku berdering.Mas riki
“Halo assalamualaikum”sapaku
“Waalaikumsalam dik yani.”
Aku dan Si Han saling menatap.Aku terdiam beberapa saat,apa mas riki adalah Si Han.subhanallah.dua cintaku tertanam pada satu orang.Aku nenangis sambil menutup wajahku.Terlihat tenang Si Han alias mas riki membuka tangan ku pelan.
“Angsa,kau seseorang yang ku sayang itu,”
Aku mengangguk perlahan.
“Apa kakak adalah mas riki yang aku sayang,”
Si Han mengangguk.
“Namun dik,siapa yang membuat hatimu bergetar halus hingga kau mau meninggalkanku.”
Aku menahan tawa.namun Si Han menggenggam tanganku dengan tatapan serius.
“Mas,dia tu kakak.kak Han yang membuatnya.”ucapku sambil tersenyum
“Tapi kok mas di panggil Han,bukan Riki,”
Gantian mas Riki yang menahan tawa.
“Kok ketawa sih,jahat ih .. .” ujarku sambil menggelitiki mas riki
“Udah udah,iya iya aku nyerah jangan di gelitiki lagi. Gini sayang , nama mas kan Riki Handoko.Biasa di panggil Han sayang,”ujarnya sambil tersenyum.manisnya


“Cie cie,senior ama juniornya mesra banget sih,”ujar teman mas riki saat aku dan mas riki berpelukan.
“Ya iya donk,ini kan cinta pertama dan terakhirku,”balas mas riki sambil terkekeh
“Apaan sih mas,.”aku tertunduk malu
“Tapi kok tegas banget kamu ma dia waktu OSPEK,hukum ya hukum.”
“Iya dunk,aku kan profesional.Udah lah,ganggu orang pcaran aj kamu den.”
“Iya iya pak bos,jangan lupa nanti ada rapat,jangan pacaran trus.ntar Lia tau,dia cemburu loh.Dia kan suka ma kamu sejak  pertama bertemu.”
Aku langsung terdiam,dan beranjak dari tempatku.
“Mau kmana sayang,”
Aku terdiam,tiba tiba mas riki memelukku.
“Mas,nie kwasan kampus,kita bukan mukhrim.”
“Aku masih memakai baju tertutup ,bgitu juga kamu.Aku tau,kamu cemburukan tentang Lia tdi. Aku tidak mencintainya sayang.”ucap mas riki lembut
“Mas riki . . “ucapku lirih
“Aku hanya nyayangimu angsa.Aku ingin menikah pada umur 23,”
Aku terkejut,
“Ha ha ha, umur ku karang dah 22 sayang,tahun depan aku dah lulus,karang aku dah skripsi.Dan aku juga sudah menjadi asisten dosen .”
Aku terdiam ,
“Kok diam sayang,”ucap mas riki alias Si Han sambil menatapkan
Aku tersenyum.
“Haduh , , , pacarku pintar banget,tampan,manis,rajin lagi.hihihi,”
Si Han cemberut,
“Dasar ya,awas aku cium low ketangkep.”
“Wek... ayo tangkep,haha.”
Aku bahagia selamanya ,dengannya,disisinya,,bersamanya.
Ya alloh,kupanjat kan doa slalu,jadikan dia seseorang yang menemani hayatku selalu.


                                                      TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar